BERITA

Program Studi Dan Hima Ilmu Hubungan Internasional Unikom Menggelar Talkshow On-Air Vol. 1 “Prepare to Go Abroad”

Jumat, 16 Juli 2021 Media UNIKOM

BANDUNG, UNIKOM – Sabtu, 10 Juli 2021. Program Studi Ilmu Hunungan Internasional bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasioanal menggelar Talkshow On-aIR vol. 1 “Prepare to Go Abroad” guna meningkatkan semangat serta memberikan pengalaman prospek kerja dalam ruang lingkup Hubungan Internasional, acara tersebut mengundang sebagai pembicara Konsul Muda Bidang Informasi, Sosial, dan Budaya Konsulat Jendral Republik Indonesia – Hauston Texas Hadyan Tamimi dan Sekertaris Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia – Canberra, Australia Agung Hatma Suryawan.

Assoc. Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak.CA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unikom mengatakan dalam sambutann, bahwa kegiatan Talkshow On-aIR vol. 1 Prepare to Go Abroad memiliki banyak sekali tujuan yang baik salah satunya untuk memberikan dan mengenal lebih dekat Program Studi Ilmu Hubungan Internasional baik kepada Masyarakat umum, calon wisudawan ataupun Mahasiswa yang sudah terdaftar. Dengan adanya kegiatan Talkshow On-aIR vol. 1 Prepare to Go Abroad juga tentunya untuk mewadahi forum diskusi yang terkait dengan bagaimana untuk go internasional dengan kisah, tips dan trik yang akan diberikan oleh narasumber pada kali ini. Lilis berharap, kegiatan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik – baik nya bagi para Mahasiswa untuk lebih menggali lagi bagaimana cara melakukan go internasioanal dan bisa mendapatkan pekerjaan di Kedutaan Besar.”ungkapnya

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D. menyampaikan rasa terima kasih atas semua kerja keras sehingga terlaksananya kegiatan yang luar biasa ini. mudah – mudahan kegiatan Talkshow On-aIR vol. 1 Prepare to Go Abroad ini memberikan pencerahan kepada kita semua, Andrias berharap semua para peserta dapat menyerap dengan maksimal apa yang disampaikan oleh para narasumber, Andrias juga menuturkan bahwa bukan hanya kita yang bermimpi tapi rekan – rekan semua, ketika masuk bisa belajar dengan baik dalam Ilmu Hubungan Internasional, mudah mudahan nanti saat keluar dari Ilmu Hubungan Internasioanl bisa mendapatkan cita – cita yang diinginkan.”pungkas Andrias

Hadyan Tamimi membagikan pengalaman nya terkait dengan kendala dan tantangan dalam bekerja di KBRI Indonesia di luar negeri itu satu hal yang yang sangat signifikan adalah perbedaan waktu antara antarnegara dalam hal ini Amerika serikat dan Indonesia karena kita akan bekerja sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri itu selalu berkoordinasi dengan intensif  kementerian luar negeri yang ada di Jakarta. dalam hal, perbedaan waktu yang signifikan juga membuat Hadyan harus mengatur segala aktivitasnya, di Amerika sendiri budaya sangat bertolak belakang dengan budaya di Indonesia, untuk bekerja disini, membutuhkan cara pandang yang luas, open minded untuk bisa memahami budaya setempat. Hadyan Tamimi  menjelaskan perbedaan perwakilan Indonesia di luar negeri, mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI. KBRI adalah perwakilan utama Indonesia di suatu negara. Tugas utama Kedutaan Besar adalah membina seluruh hubungan dan membela kepentingan Indonesia dengan satu negara dari politik, ekonomi, sosial budaya hingga perlindungan WNI. KJRI membantu KBRI di satu negara untuk peningkatan ekonomi, sosial budaya dan pelayanan warga negara Indonesia di kota atau wilayah bernilai strategis bagi Indonesia. KRI memiliki wilayah tanggung jawab terkecil dan fokus utamanya adalah pelayanan warga dan kekonsuleran di satu wilayah. Terakhir yaitu Perutusan Tetap Republik Indonesia atau PTRI, yaitu perwakilan RI yang bukan untuk negara tetapi untuk Organisasi Internasional.”ungkapnya

Agung Hatma Suryawan, mengatakan untuk kendala dan tantangan sama yang di Australia kalau dibahas dengan living cost itu sama terutama untuk harga harga sewa rumah itu di Australia untuk tahun ini paling tinggi karena banyak orang-orang Australia yang dipulangkan paska Covid – 19 ini dan itu membuat living cost di sini meningkat lumayan signifikan dan kalau untuk tantangannya mungkin kalau untuk kerja di kedutaan membutuhkan waktu 24 jam 7 hari itu kita harus selalu siap terutama dulu sebelum pandemi Covid - 19 karena delegasi akan datang itu bisa sabtu minggu atau hari libur dan kita harus siap dengan semua itu kendala dan tantangan tapi kalau dijalanin senang menyenangkan Itu tantangan tersendiri tapi segala sesuatu yang dijalankan dengan senang dan ikhlas akan mendapatkan berkah.”pungkas Agung

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 – 11.30 WIB melalui zoom meeting dengan jumlah peserta 130 tersebut banyak sekali memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bekerja di KBRI maupun di KJRI sendiri, dan untuk melihat secara lengkap dapat menyaksikan pada channel youtube HIMA IHI UNIKOM. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar pengetahuan dan ilmu yang diberikan tidak hanya didapat dalam proses belajar secara formal, tetapi penting sekali belajar dari pengalaman orang – orang yang hebat. (Direktorat Hms & Pro)

Magister Sistem Informasi Unikom Adakan Kuliah Terbuka GRC (Governance Risk Management and Compliance)
Rabu, 28 Juli 2021
Program Studi Sastra Inggris Unikom Menggelar Diskusi Interaktif “Mengatasi Jenuh Akademik di Masa Pandemik”
Selasa, 27 Juli 2021
Divisi UMKM & Inkubator Bisnis Unikom Menyelenggarakan Peringatan Hari Koperasi Ke-74 “Pelatihan Digitalisasi Koperasi” Bersama Prodi Komputerisasi Akuntansi Unikom
Selasa, 27 Juli 2021