Berita

Perpustakaan Unikom Adakan Seminar dan Workshop “Literasi Teknologi untuk Mewujudkan Harmonisasi Keluarga: Orang Tua, Anak-Anak Kreatif dan Mandiri”

BANDUNG, UNIKOM - Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2022 dan ikut serta mensukseskan Gerakan Literasi Nasional melalui literasi teknologi, pada hari Sabtu, Tanggal 23 Juli 2022, Perpustakaan UNIKOM bekerja sama dengan PKK RW 13 mengadakan seminar dan workshop dengan narasumber Bapak Cahyadi Setiawan S.T dengan tema tentang Parenting: Literasi Teknologi untuk Ayah, Ibu dan Anak-Anak. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang L 018, Smart Building UNIKOM.

Hadir dalam acara ini, lurah Lebakgede Bapak Cecep Rohmat Soleh, S.S. dan Ketua RW 13,Bapak M. Rizal Setiadjie. Kegiatan ini menghadirkan peserta yang terdiri dari 25  keluarga/50 orang dari  RW 13/warga Kelurahan Lebakgede  yang terdiri dari orang tua dan anak dengan rentang usia 5-12 tahun  sebagai bentuk kegiatan inklusi sosial Perpustakaan UNIKOM dengan warga sekitar.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unikom, dilanjutkan dengan pembacaan do’a, laporan ketua pelaksana dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Kepala Perpustakaan Unikom, Ibu Ubudiyah Setiawati, S. Sos, M.I.Kom dan sambutan selanjutnya disampaikan oleh Lurah Lebakgede, Bapak Cecep Rohmat Soleh, S.S. Dalam sambutannya, Bapak Cecep Rohmat Soleh S.S  menyampaikan terimakasih dan dukungannya kepada Perpustakaan UNIKOM yang telah menyelenggarakan kegiatan literasi teknologi  ini sebagai bentuk kepedulian UNIKOM terhadap warga sekitar melalui perpustakaan untuk membangun sumber daya manusia. Sebelum acara inti, dilakukan  MoA antara Perpustakaan Unikom dan Kelurahan Lebakgede dan  MoU antara Perpustakaan UNIKOM dan Robomi serta pemberian hibah buku  kepada PKK RW 13.

Narasumber menyampaikan materi literasi teknologi yang ada di sekitar, dampak positif dan negatifnya, cara menghindari kecanduan gadget dengan membuat kegiatan tanpa gawai. Workshop unplugged coding, berupa praktek bermain berkelompok oleh anak dan orang tua (ibu) memilih tema mencari harta karun. Dalam permainan peserta dibagi tugas  sebagai coding, pencari harta karun dan sisanya sebagai monster/penjaga harta karun. Cara bermainnya adalah  seorang coding membuat strategi/perintah dengan alat peraga yang tersedia kepada pencari harta karun untuk dapat melalui rintangan atau monster penjaga harta karun.

Peserta workshop unplugged coding terlihat antusias dan sangat senang, karena orang tua dan anak dapat bermain bersama, mendapatkan pengetahuan tentang  teknologi. Unplugged coding, belajar logika untuk membuat permainan tradisional atau berbasiskan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Literasi Teknologi dengan belajar unplugged coding diharapkan ayah, ibu dan anak-anak dapat mandiri, kreatif membuat permainan bersama, sehingga harmonisasi keluarga terjaga. (Direktorat Hms & Pro)