Berita

WEBINAR HEALTH TECHNOPRENEURSHIP : “MEMBANGUN KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI”

BANDUNG, UNIKOM  - Pandemi Covid-19 mengakselerasi adopsi teknologi di masyarakat. Untuk menghindari dan mengurangi penularan, berbagai aktivitas fisik menjadi terbatas dan digantikan dengan aktivitas di ruang siber baik untuk bekerja, bersekolah dan juga bersosialisasi.

Era pandemi ini, organisasi dipaksa untuk segera berbenah dan melakukan inovasi untuk terus mendukung proses bisnis yang ada. Inovasi proses bisnis juga dilakukan untuk memberikan layanan digital yang lebih baik kepada masyarakat.

Program Studi Teknik Industri Unikom telah mengadakan Webinar Health Technopreneurship bertajuk “Membangun Kesehatan Berbasis Teknologi” dengan mengundang Dr Ade Marlawati, S.T., M.T. turut hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Unikom. Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. MBA. Ketua Program Studi Teknik Industri Dr. Henny, S.T., M.T.

Program Studi Teknik Industri Dr. Henny, S.T., M.T. mengatakan bahwa “narasumber pada webinar kali ini adalah Dosen Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Titrayasa dan juga sebagai praktisi di bidang kesehatan, beliau banyak sekali membangun apotik di Indonesia. Henny juga mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada Dekan FTIK Unikom. dirinya mengatakan tujuan dari webinar ini adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan mahasiswi. Dirinya berharap, kegiatan webinar ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha dan sekaligus memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang saat ini.”tutur Henny

Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. MBA mengatakan dalam sambutan “Terima kasih kepada Ketua Program Studi Teknik Industri dan Dosen di lingkungan Teknik Industri serta Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa. Herman berharap, apa yang disampaikan oleh Narasumber pada webinar kali ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa, sebagai modal tambahan dalam membangun karir kedepannya. Mudah mudahan bisa diikuti dengan baik dan mengambil manfaat nya.”ucap Herman.

Memasuki acara inti, Ade Marlawati membawakan materi bertajuk “Membangun lifestyle Kesehatan Berbasis Teknologi” menurut nya Praktik Health Technopreneurship terbagi menjadi tiga poin diantaranya 1) Kemudahan, dimana kemudahan ini ases informasi, akses layanan kesehatan, beragam pilihan akan dimudahkan. 2) Awarness, Pasca Pasndemi Covid-19 dan sehat adalah kebutuhan Primer, terakhir 3) Lifestyle dimana gaya hidup baru bidang kesehatan berbasis teknologi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Sistem kesehatan yang ada sekarang perlu di integrasikan dalam satu aplikasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan cara yang mudah dan simple, berawal dari mimpi ingin memberikan kado masa depan untuk Indonesia dan menyatukan seluruh elemen kebutuhan kesehatan dalam satu tempat, satu ekosistem dan satu aplikasi dirinya memperkenalkan Aplikasi Obat-in dimana menjadi new lifestyles dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dasar. Semua ada dalam satu aplikasi. Obat-in juga merupakan program bernama “Digital Collaborator” dengan mahasiswa. menciptakan solusi masalah kesehatan, menjadi pengusaha starup digital melalui coaching clinic & praktik langsung.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, pandemic Covid-19 telah mengakselerasi transformasi digital pada perusahaan dengan sangat cepat, adopsi layanan digital mengalami akselerasi beberap tahun kedepan hanya dalam beberapa bulan, yang didorong oleh perubahan mendasar yang terjadi pada konsumen. (Direktorat Hms & Pro)